SEHAT TANPA PARIPURNA DAN TANPA BATAS

Sehat, adalah kondisi yang didambakan setiap insan. Manusia bisa mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendapatkannya. Apalagi bila dalam kedaan sakit. Sakit adalah momok yang menakutkan, apalagi kematian. Sakit adalah peristiwa berkurangnya jiwa dan mati adalah hilangnya jiwa secara keseluruhan. Saking bencinya dengan kata sakit, bisa saja manusia berpikir agar orang lain saja yang menggantikan posisinya sebagai penderita berapapun biaya yang harus dikeluarkan.

Bahkan ada manusia menginginkan utuhnya jiwa dalam dirinya sepanjang masa, selamanya, walaupun dia tahu persis tidak pernah ditemukan manusia seperti yang dia inginkan, bahkan yang hidup sehat di atas 120 tahun adalah manusia langka, dan lebih langka lagi yang sehat dan memiliki harta, kekuasaan dan keperkasaan. Manusia bisa menutupi berita sakitnya dengan bersembunyi di kamar Super VVIP di Rumah Sakit kelas tinggi. Manusia berusaha menolak tua, menutupi proses penuaan dirinya dengan topeng elastis. Dengan menolak tua, manusia justru mempercepat prosesnya. Dengan menolak mati manusia menjadi lebih cepat beradaptasi dengan ajalnya. Tamatlah cerita tentang kesehatannya yang menghabiskan sumber daya yang mestinya lebih banyak bertransformasi menjadi harta waris.

Tetapi renungkanlah, betapa manusia yang berpikir akan kesehatannya untuk masa yang tak terbatas, yaitu pada fase kehidupan berikutnya, menjadikan dirinya lebih tegak menghadapi kerasnya hidup, tugas-tugasnya sebagai pembawa predikat, beradaptasi, menahan tekanan, rasa optimis dan percaya diri serta ketenangan jiwa. Semua bisa dilalui dengan mudah, hidupnya penuh harapan, sakit tidak melemahkan hatinya, kematian bukan momok yang ditakuti. Begitu kebutuhan fisiknya terpenuhi performa dirinya menjadi optimal.

SEHAT YANG KITA INGINKAN

Sehat dan umur panjang, inilah yang menjadi dambaan setiap orang, bahkan kalau bisa hidup panjang dan menolak tua. Upaya semacam ini telah dibahas dalam Ilmu Kedokteran Anti Penuaan ( Anti Aging Medicine ). Bahkan ada rasan-rasan bahwa manusia bisa hidup selamanya bila syarat-syarat terpenuhi.

Tentang definisi sehat, banyak definisi sehat yang kita tahu dari buku2, artikel tentang kesehatan dan lain-lain. Tetapi sesungguhnya kita punya keinginan tentang sehat itu adalah sehat yang paripurna dalam waktu yang sangat panjang.

Jadi, sehat seperti apa yang kita inginkan ?

Inilah pandangan saya tentang definisi sehat yang seharusnya menjadi keinginan kita.

Sehat yang kita inginkan itu adalah kondisi dimana seseorang memiliki 5 keadaan :

1. Integritas anatomi.

2. Kemampuan melakukan peran dalam keluarga, pekerjaan dan masyarakat.

3. Kemampuan untuk menghadapi tekanan fisik, mental dan sosial.

4. Perasaan sejahtera dan kebebasan dari resiko penyakit serta kematian sebelum waktunya.

5. Kemampuan untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih panjang.

Para ahli mendefinisikan sehat itu apabila seseorang memiliki keadaan nomer 1 – 4.

Sedangkan nomer 5 merupakan tambahan dari pemikiran saya yaitu adanya kemampuan

untuk mempersiapkan mempersiapkan yang lebih panjang

Mari kita bahas satu persatu

I. INTEGRITAS ANATOMI.

Yaitu apabila seseorang dalam kondisi sebagai berikut :

1. Secara anatomis utuh dan lengkap.

2. Performa sesuai usia bahkan lebih muda.

3. Kokoh dan memiliki kekuatan sesuai ukuran bahkan lebih kuat.

II. KEMAMPUAN MELAKUKAN PERAN DALAM KELUARGA , PEKERJAAN DAN

MASYARAKAT :

Misalnya :

1. Seorang ayah, yang mampu menjadi leader, pengayom, pendidik dan pemberi nafkah keluarga

2. Seorang Ibu, yang mampu melaksanakan aktivitas managerial dan layanan sebagai isteri dan menghasilkan keturunan yang normal

3. Seorang anak, yang mampu belajar dan berkembang baik dan beprestasi

III. KEMAMPUAN MENGHADAPI TEKANAN FISIK, MENTAL DAN SOSIAL

Yaitu apabila seseorang dalam kondisi sebabai serikut :

1. Adanya kemampuan menghindari ancaman fisik, baik dari dalam maupun dari luar dan dapat mengatasi masalah yang timbul dari tekanan tersebut.

2. Adanya ketenangan atas semua musibah dan mudah bangkit apabila mengalami shock mental

3. Adanya kemampuan beradaptasi hidup di tengah masyarakat yang majemuk, bahkan apabila terjadi konflik sekalipun

IV. PERASAAN SEJAHTERA DAN KEBEBASAN DARI RESIKO PENYAKIT SERTA

KEMATIAN SEBELUM WAKTUNYA

Yaitu apabila seseorang dalam kondisi sebagai berikut :

1. Adanya perasaan aman dan bebas dari ancaman terkena penyakit dan mampu mengatasi bila terkena.

2. Adanya perasaan percaya diri bahwa kematian tidak datang pada waktu lebih awal atas dasar kondisi dirinya

V. KEMAMPUAN DALAM MEMPERSIAPKAN KEHIDUPAN YANG LEBIH PANJANG

Yaitu apabila seseorang dalam kodisi sebagai berikjut :

1. Semangat dalam menjalankan pengabdian kepada Sang Pencipta.

2. Tidak ada hambatan fisik dalam melaksanakan kewajiban kepada Sang Pencipta.

3. Tidak ada hambatan mental ( merasa ringan ) dalam melaksanakan ajaran Sang Pencipta baik yang wajib, haram maupun sunnah

Apabila seseorang memiliki atau berada dalam 4 kondisi pertama maka dia adalah orang yang sehat fisik dan mental. Saya katakan seseorang telah mencapai sehat paripurna. Demikian umumnya manusia mendapati dirinya merasa cukup dengan sehat paripurna ini. Padahal belum tentu dia mampu berdiri tegak pada pukul 04.00 wib ketika Musholla di sebelah rumahnya mengumandangkan suara adzan.

Belum tentu dia mampu menahan untuk tidak makan dan minum dari waktu fajar sampai tenggelamnya matahari pada bula Ramadhan

Belum tentu dia mampu melepas 2,5% penghasilannya untuk sesama.

Belum tentu dia mampu terbang ke tanah suci padahal punya banyak mobil dan rumah mewah.

Di sinilah penentu seseorang mendapatkan sehat paripurna saja hanya sampai batas ajal menjemput atau sampai waktu yang sangat panjang dan tanpa batas.

Nantinya setelah membahas hal-hal yang bersifat fisik dan berbatas pada ajal akan saya lanjutkan dengan bahasan tentang sakit dan sehat dari sudut pandang sehat tanpa batas

Ad: Bahasan ini dibuat sederhana mendasar agar mudah dipahami

dr. Wachid MGA Marasake

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *