Sel manusia yang jumlahnya antara 60 -100 Trliun sel, semuanya butuh pasokan makanan untuk menjalankan fungsi kehidupannya. Wujud makanan sel berbeda dengan makanan manusianya
Makanan manusia berupa 4 sehat 5 sempurna harus dirubah menjadi makanan sel :
- Makanan pokok berupa nasi, jagung, sagu, singkong, kentang, ubi-ubian, gandum sebagai sumber karbohidrat.
- Lauk pauk berupa daging, telor, tahu, tempe sebagai sumber protein dan lemak.
- Sayur mayur sebagai sumber vitamin dan mineral.
- Buah-buahan sebagai sebagai sumber vitamin dan mineral.
- Susu sebagai sumber kalsium , protein dan lemak.
Proses perubahan dilakukan oleh saluran pencernaan makanann secara bertahap :
- Di lambung semua makanan dilembutkan dan dipisah antara zat satu dengan lainnya , karbohidrat, protein dan lemak yang semula menjadi satu dipisah-pisah.
- Karbohidrat dipecah menjadi glukosa. Percernaan karbohidrat sudah dimulai sejak di mulut karena adanya enzim Amilase ( ptyalin ) di air ludah. Sampai di usus halus pencernaan terhadap karbohidrat dilanjutkan oleh enzim amilase dari pakreas menjadi gukosa. Karbohidrat yang sudah pecah menjadi glukosa ini yang bisa diserap ke dalam pembuluh darah, selanjutnya diedarkan ke seluruh sel tubuh dan masuk ke dalam sel. Jika tidak tersedia enzim amilase yang cukup maka karbohidrat masih dalam bentuk besar / rangkaian yang panjang ( disebut dengan polisakarida ) tidak bisa masuk ke dalam pembuluh darah dan sel . Akibatnya sel tidak mampu melaksanakan tugas membuat energy karena bahan baku tidak tersedia.
- Protein dipecah menjadi asam amino. Pencernaan protein dimulai dilambung oleh kolaborasi anatara enzim Pepsinogen dengan Asam lambung ( HCl ). Pencernaan berikutnya dilanjutkan di dalam usus halus oleh enzim trypsinogen dari pancreas. Protein yang sudah pecah menjadi asam amino ini yang bisa diserap ke dalam pembuluh darah, selanjutnya diedarkan ke seluruh sel tubuh dan masuk ke dalam sel. Jika di lambung tidak tersedia asam lambung ( HCl ) yang cukup maka proses enzimatik oleh tripsin menjadi tidak efektif, sehingga protein masih dalam bentuk besar / rangkaian yang panjang ( disebut dengan polipeptida ) dan tidak bisa masuk ke dalam pembuluh darah dan sel. Akibatnya semua sel yang memerlukan asam amino dalam tugasnya menjadi gagal produksi. Misalnya , sel pencipta enzim gagal mencipta enzim.
- Lemak tidak dicerna secara bermakna di dalam saluran pencernaan makanan, lemak seakan hanya lewat di saluran pencenaan makanan dan setelah dibungkus oleh sejenis protein yang kemudian disebut kilomikron masuk ke pembuluh daran lewat pembuluh limfe. Di dalam pembuluh darah di pecah oleh enzim Lipoprotein lipase ( yang bahan bakunya asam amino ) menjadi asam lemak dan gliserol, baru kemudia bisa masuk ke dalam sel. Bila enzim Lipoprotein lipase tidak tersedia dalam jumlah yang cukup maka lemak tidak dicerna dan tetap menjadik lemak.
- Bila protein gagal dicerna menjadi asam amino maka enzim Lipoprotein lipase tidak tersedia dalam jumlah cukup maka lemak yang ada bersama kholesterol yang ada dipembuluh darah akan berproses menjadi plaque. Selanjutnya akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit degeratif, misalnya Kencing manis, stroke, penyakit jantung koroner, dll.
Ad : Bahasan ini dibuat sederhana mendasar agar mudah dipahami
dr Wachid MGA Marasake Jombang
