CARA NIKMAT SEMBUH OSTEOARTHRITIS

Osteoarthritis (OA) atau disebut juga arthritis degeneratif adalah kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi. Pada setiap sendi, ujung-ujung tulangnya terdiri atas tulang rawan ( kartilago ) dan di antara ujung sendi terdapat minyak sendi ( sinovial ) yang dilingkupi ( tertutup ) oleh membran. Minyak sendi berfungsi sebagai pelumas sehingga setiap pergerakan tidak terjadi saling menggerus. Apabila minyak sinovial berkurang maka ujung sendi bertemu, terjadi gesekan, selanjutnya saling menggerus pada setiap gerakan. Hal ini akan menyebabkan kerusakan struktur tulang rawan, selanjutnya terjadi inflamasi dan timbul rasa nyeri serta keterbatasan gerak ( locking ).

Selain terjadi kerusakan kartilago, pada osteoarthritis juga terjadi kerusakan pada tulang di bawah kartilago, membran sendi, ligamen, otot di sekitar sendi, dan terbentuknya osteofit atau tonjolan tulang. Osteoarthritis biasanya mengenai pada sendi-sendi besar, yaitu sendi lutut, panggul , pergelangan kaki, leher dan bahu

Sebab utama dari osteoarthritis adalah kekurangan nutrisi bahan baku penyusun dan pemelihara sendi, yaitu minyak sinovial, tulang rawan ( kartilago ) di ujung sendi, membran sendi dan tulang di bawah kartilago.

Gejala osteoarthritis biasanya berkembang perlahan. Yang paling khas adalah:

  1. Nyeri sendi
    1. Bertambah ketika sendi digunakan atau dibebani.
    2. Pada tahap lanjut, nyeri bisa muncul saat istirahat.
  2. Kaku sendi
    1. Biasanya terasa setelah bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak.
    2. Kekakuan pada osteoarthritis umumnya berlangsung kurang dari sekitar 30 menit.
  3. Bunyi atau sensasi berderak. Sendi dapat terasa atau terdengar seperti berderak ketika digerakkan.
  4. Gerakan terbatas. Misalnya lutut sulit ditekuk atau diluruskan.
  5. Dapat terjadi terutama setelah aktivitas.

Faktor yang meningkatkan risiko antara lain:

  1. Bertambahnya usia.
  1. Berat badan berlebih/obesitas.
  2. Cedera atau operasi pada sendi sebelumnya.
  3. Aktivitas yang memberikan beban berulang pada sendi.
  4. Kelainan bentuk atau posisi sendi.
  5. Factor genetik
  6. Kelemahan otot di sekitar sendi.

Dari semua faktor resiko, maka berat badan berlebih sangat penting pada osteoarthritis lutut, karena meningkatkan beban mekanis pada lutut dan berhubungan dengan proses kekacauan metabolik.

LANGKAH BABAT TANAM DALAM MENGANGANI OSTEOARTHRITIS

BABAT  adalah langkah detoksifikasi, bertujuan untuk menghilangkan hal buruk atau bahan yang bersifat meracuni tubuh.  8 Langkah itu adalah :

  1. Minum air putih cukup 2 liter / hari

Air membantu ginjal membuang racun melalui urin. Media untuk semua reaksi2 biokimia dalam tubuh adalah air. Bila pasokan air minim atau minumnya sedikit, ginjal akan mengurangi urin, sehingga proses pengeluaran racun melalui ginjal terhambat. Dehidrasi ( kekurangan cairan tubuh ) menyebabkan cairan sendi mengering dan memperparah kondisi osteoarthritis

  1. Memperbanyak konsumsi serat dan kurangi konsumsi gula dan lemak

Serat dari buah, sayur, dan biji-bijian membantu usus mengikat dan mengeluarkan racun. Serat juga melancarkan buang air besar, volume feses ukurannya menjadi besar tetapi konsistensi lunak dan licin.

  1. Konsumsi makanan yang mengandung ikatan complex untuk mengikat logam berat . Ikatan komplex adalah senyawa yang terjadi oleh percampuran antara zat tanin dalam bunga rosella dengan kollagen dari tulang sapi. Kollagen merupakan sumber utama untuk menyusun sendi, baik cairan tulang rawan sendi, tulang keras , cairan synovial maupun selaput sendinya
  2. Konsumsi makanan yang mengandung anti oksidan kadar tinggi untuk mengikat radikal bebas, bisa berupa vitamin C yang diambil dari bunga Rosella
  3. Tidur cukup

Waktu tidur terbaik adalah malam hari. Waktu malam hari, kelenjar Pineale di dasar otak mengeluarkan hormon Melatonin. Hormon ini membantu otak melakukan detoksifikasi dengan membersihkan sisa-sisa metabolisme sel saraf. Selingi tidur sejenak, 10 – 20 menit sebelum atau setelah tengah hari..

  1. Aktivitas fisik rutin

Olah raga itu melancarkan  sirkulasi darah dan pengeluaran racun lewat keringat. Olah raga melatih sel otot bekerja dan mempercepat pembakaran gula dalam sel otot menjadi energi. Olah raga pada penderita osteoarthritis harus memperhitungkan beban sendi, sendi tidak boleh diberi beban tambahan. Olah raga yang disarankan adalan peregangan.

  1. Puasa intermiten / kontinyu / rutin

Memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan dan meningkatkan proses regenerasi sel. Bila tidak bisa melakukan puasa sebagaimana muslim melaksanakan puasa, setidaknya kurangi pasokan karbohidrat dan lemak dengan cara berhenti  makan sebelum kenyang. Puasa ini membantu mengurangi berat badan

  1. Tidak Beripikir negative, tidak berpikir yang buruk yang akan menimpa pada diri sendiri, maupun berpikir atau menginginkan terjadinya keburukan pada orang lain. Tapi bersyukurlah dan senantiasa berdoa kepada Dzat Yang Maha Kuasa untuk membersihkan hati dan mengeluarkan unsur lain yang menyelinap dalam diri.

 

TANAM, merupakan langkah menggelontor hal-hal baik, perlilaku yang baik, konsumsi bahan yang baik untuk tubuh. Tanam dilakukan segera setelah upaya babat terlaksana. Upaya tanam tanpa langkah babat sebelumnya menjadi kurang optimal, bahkan pada kondisi tertentu menjadi jauh dari efektif. 8 langkah Tanam itu adalah :

  1. Makan bervariasi dan banyak lauk. Tujuannya untuk menyesuaikan tuntutan kebutuhan sel yang jenisnya juga sangat bervariasi. Banyak lauk, karena di luar air, penyusun tubuh kita 70 % adalah protein, maksudnya banyak lauk berarti banyak protein. Pada penderita osteoarthritis, berikan daging yang tidak banyak mengadung lemak, bukan jeroan apalagi jaringan lemak. Berikan daging dari golongan pisces ( hewan air berbentuk ikan ) dan tulang rawan . Hindari hewan air berkholesterol dan lemak tinggi seperti udang, kepiting, rajungan, cumi2, nus dan kerang2an. Semua itu dengan prinsip tinggi protein dan rendah  lemak serendah-rendahnya.
  2. Memberi makanan yang efisien untuk rekonstruksi ( menyempurnakan ) kerja lambung dengan melindunginya dengan pati resisten dari tepung pisang. Pemberian pati resisten di sini bertujuan untuk melapisi dinding lambung agar tidak tergerus oleh asam lambung atau timbul rasa nyeri saat makan  bila dinding lambung ada luka. Sehingga makan tetap nikmat walaupun ada sakit maag. Tujuan upaya ini adalah agar makanan benar-benar dicerna secara sempurna dan diawali dengan kerja efektif dari asam lambung yang utuh dan tidak terganggu eksistensinya di lambung.
  3. Memberi makanan yang efisien dengan cara memberi makanan yang sangat dibutuhkan untuk menyusun sel, yaitu tinggi protein yang mudah dicerna, misalnya kollagen rantai pendek atau kollagen tipe 3. Kollagen sangat diperlukan untuk menyusun sendi
  4. Memberi makanan bernutrisi yang membantu sistem transportasi tubuh yaitu darah dan sistem peredaran darah. Darah diberikan asupan protein albumin misalnya dari ekstrak ikan gabus ( kutuk ) untuk menjaga keseimbangan kekentalan darah, dan memberi sayuran seperti seledri dan daun teh untuk membuka  pembuluh darah kapiler. Albumin turut menjaga sifat kekentalan dari cairan sinovial.
  5. Memberi makanan efektif , yaitu dengan makanan dengan rasa2 makan yang asli bukan sintetik. Berikan jeruk untuk makanan berasa jeruk, berikan nanas untuk makanan berasa nanas, berikan daging sapi untuk mendapatkan makanan berasa sapi dan lain-lain makanan yang asli dan alami. Jangan memakan makanan berperisa, rasa-rasa yang bukan dari bahan makanan aslinya, misal rasa jeruk, rasa ayam dan rasa-rasa yang lain, karena bahan ini akan menjadi beban bagi tubuh. Demikian juga hindarilah penyedap yang berasal dari bahan sintetik. Demikian pula untuk estetika, hindarilah  makanan yang berwarna dari bahan sintetik, carilah warna dari bahan makanan yang asli.
  6. Konsumsi makanan efektif dengan memberi makanan segar, misalnya kebutuhan protein dan lemak diambil dari daging yang baru dipotong dari hewan sembelihan bukan yang sudah olahan seperti sosis, pentol bakso, lemak trans seperti mentega, krimer dan lain-lain.Kebutuhan karbohidrat diambil dari beras, biji-bijian kentang dan lain-lain, bukan dari gula. Selain bertujuan untuk memberi makanan bermutu,juga dalam rangka menghindari beban tambahan untuk kerja hati dan sistem pencernaan makanan serta proses-proses
  7. Berjemur untuk aktivasi vitamin D yang sangat besar fungsinya menunjang metabolisme , Waktunya adalah antara pukul 09.00 – 10.00 Wib dengan durasi10-15 menit setiap hari.
  8. Berpikir positip, berprasangka baik, berharap kebaikan untuk diri dan orang-orang yang dicintai, bersyukur dan senantiasa berdoa kepada Dzat Yang Maha Kuasa untuk mengembalikan fragmen jiwa yang tercecer di luaran.

Secara umum, penanganan biasanya meliputi:

  1. Menurunkan berat badan bila terdapat kelebihan berat badan.
  2. Latihan fisik teratur, terutama latihan penguatan otot dan latihan rentang gerak.
  3. Fisioterapi bila diperlukan.
  4. Obat anti nyeri / anti inflamasi sesuai kondisi.
  5. Injeksi cairan sinovial pada kasus tertentu.
  6. Operasi penggantian sendi pada osteoarthritis berat yang sangat mengganggu fungsi dan tidak membaik dengan terapi konservatif.

Tetapi apabila dilaksanakan 8 langkah babat tanam tersebut, maka 6 penanganan di atas tidak diperlukan lagi kecuali sudah dalam kondisi sangat terlambat.

 

Ad: Bahasan ini dibuat sederhana mendasar agar mudah dipahami

 

  1. Wachid MGA Marasake

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *