Manusia terdiri atas 2 unsu,yaitu :
1. Fisik / Jasad
2. Non fisik / Ruh / Nafs
Ruh manusia terdiri atas :
1. Ruh Hayat ( disebut juga Nafs Hayat ).
2. Ruh Yaqzhah ( disebut juga Nafs Yaqzhah atau Ruh Sadar ).
Kata nafs ( jiwa ), dalam beberapa pembahasan dipahami sama dengan Ruh,misalnya dalam surat Az-Zumar ayat 42. Ruh / Nafs / jiwa ( selanjutnya disebut dengan jiwa / nafs saja ) inilah yang mendorong manusia melakukan aktivitas kehidupan fisik dan fungs-ifungsi mental bekerja. Bila keberadaannya utuh maka semua aktivitas metabolik, fungsi organ dan fungsi mental berjalan baik. Nafs didefinisikan sebagai fragmen-fragmen yang jumlahnya banyak, sebagnyak fungsi kehidupan.
Nafs yaqzhah adalah nafs yang bertanggung jawab atas kesadaran, baik itu kesadaran mental, pergerakan, pendengaran maupun penglihatan. Bila sebagian fragmen keluar maka fungsi kehidupan dari fargmen nafs tersebut berkurang / hilang. Manusia yang mengalami kondisi ini dikatakan sakit. Sebagai contoh, apabial keluar fargmen yang bertanggung jawab atas sifat empati, maka manjusia kehilangan sifat empati. Apabila fragmen yang bertanggung jawab atas penglihatan warna keluar maka manusia kehilangan kemampuan melihat warna ( sakit buta warna ). Demikian seterusnya. Apabila seluruh fargmen nafs yaqzhah keluar maka manusianya tidak sadarkan diri dan akan kembali sadar bila nafs yaqzhah masuk kembali.
Nafs hayat adalah nafs yang bertanggung jawab atas kerja atau fungsi kehidupan yang bersifat otonom berupa fungsi organ dan metabolilsime..Apabila sebagian fragmen nafs hayat ini keluar maka manuisa ini sakit. Sebagai contoh, apabila fragmen yang bertanggung jawab atas fungsi organ pankreas keluar maka manusia ini ( mudah ) sakit kencing manis, demikian seterusnya. Terlepasnya fragmen jiwa akan menjadi peluang bagi setan ( jin ) untuk mengisi kekosongan ruangan yang sebelumnya ditempati fragmen jiwa tersebut. Keadaan ini bisa memperparah kondisi atau menjadi memiliki karakter yang berbeda dari sebelumnya. Apabila nafs hayat keluar secara keseluruhan maka manusia ini mati dan ruh yaqzhahnya ikut keluar, Peristiwa berkurang ( keluar ) nya nafs ini disebutkan di dalam surat Al-Baqarah ayat 155
Peristiwa2 yang bisa menyebabkan keluar/terlepasnya fragmen2 jiwa :
1. Kerusakan jaringan, misalnya pada penderita kencing manis, stroke, osteoarthritis, dll
2. Kemaksiatan, misalnya setelah mencuri manusia kehilangan sifat jujur. Kemaksiatan menjadi peluang masuknya jin kasab
3. Tersedot ke suatu obyek, misalnya fenomena kecanduan / ketagihan aktivitas tertentu, contoh : hobi yang berlebihan, kecanduan gadget, kecanduan nonton film vulgar dll
4. Pemaksaan, misalnya :
a. Ditekan jin saat bayi baru lahir
b. Diculik, pada kasus sihir pengasihan
c. Dibully, terjadi pada camp2 konsentrasi
d. Diserang oleh bangsa jin, pada kasus sihir santet dan teluh
e. Diserang oleh jiwa yang lain, pada kasus serangan ain dan hasad
5. Dijadikan jaminan dalam perjanjian ( kontrak ) leluhur dengan bangsa jin dalam ilmu sihir. Kontrak dengan bangsa jin menjadi peluang masukknya jin nasab.
Agar bisa berfungsinya kembali fisik ( indera dan organ-organ ) tubuh maka harus dikembalikan fragmen2 jiwa yang terlepas. Tetapi bila ruang kosong yang ditinggalkan oleh fragmen jiwa tersebut sudah diisi oleh jin, maka jin-jin tersebut harus dikeluarkan terlebih dahulu, baru kemudian diproses pengembalian fragmen2 jiwa yang terlepas. Inilah yang saya katakan sebagai konsep babat dan tanam dalam persoalan non fisik ( jiwa ). Konsep Babat dan Tanam bertujuan mengembalikan jiwa ( nafs ) kepada algoritma jiwa
Sekarang kita bahas tentang proses babat dan tanam untuk masing-masing kasus
terlepasnya fragmen2 jiwa ( nafs )
Kasus 1 : Kerusakan jaringan
Misalnya pada kasus stroke. Tubuh manusia itu adalah rumah bagi jiwa ( nafs ). Apabila terjadi kerusakan di bagian tubuh maka fragmen jiwa ( nafs ) yang menjadi penghuninya akan keluar dan seseorang akan kehilangan fungsi fragmen di bagian
tersebut. Pada kasus stroke thrombus misalnya. terjadi kerusakan bagian otak yang disebabkan oleh terhentinya aliran darah menuju area tersebut karena tersumbat oleh suatu benda emboli atau penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, terjadi kerusakan sel-sel di area otak tersebut karena menurunnya atau terhentinya suplai darah dan nutrisi. Untuk kasus ini mutlak diperlukan langkah babat tanam fisikutnuk memperbaiki jaringan otak yang mengalami kerusakan, yaitu lakukan 7 langkah pertama babat tanam. Setelah itu urusan jiwannya diperlukan aksi tanam , yaitu memohon kepada Sang Pencipta agar mengembalikan fragmen jiwa yang keluar ke posisi semula. Jadi di sini kita pahami bahwa jiwa ( nafs ) hanya bisa kembali pada rumah yang sudah direkonstruksi.
Kasus 2 : Kemaksiatan
Kemaksiatan menyebakan fragmen jiwa terlempar keluar. Misal kasus kemaksiatan berupa seseorang mencuri, maka maksiat mencuri itu menyebabkan terlempar dan terpenjaranya jiwa yang bertanggung jawab untuk sifat kejujuran. Dengan kata lain
setelah melakukan tindakan mencuri seseorang tidak mampu lagi berkata jujur. Dia telah kehilangan jiwa yang bertanggungjawab untuk kejujuran. Selanjutnya ruang kosong yang ditinggalkan akan disinggahi setan yang sebelumnya membisikkan kemaksiatan dari luar, sekarang membisikkannya dari dalam. Selanjutnya bisikan lebih terasa lebih kuat untuk melakukan pencurian yang lebih besar dan disertai kebohongan. Kebohongan itu sendiri akan ditutupi dengan kebohongan yang lebih besar, dan semakin banyak fragmen jiwa yang terlempar keluar dan terpenjara. Bagaimana babat
tanamnya ?
Babatnya adalah dengan memohon ampun , bertaubat , taubatan nasuha kepada Yang Maha Kuasa. Memohon ampunan dan mengembalikan apa yang dia curi kepada pemiliknya.
Tanamnya adalah dengan memohon kepada Sang Pencipta untuk mengirim kembali fragmen jiwanya ke tempatnya semula. Insya Allah selanjutnya seseorang sembuh dari penyakit ketidak jujuran.
Kasus 3 : Jiwa tersedot oleh karena ketertarikan berlebihan kepada Gadget.
Ketertarikan berlebihan kepada kegiatan tertentu yang menjadi hobby. Inilah peristiwa kecanduan gadget . Inilah kecanduan hobby. Hobi yang digemari secara tidak wajar (berlebihan ) yaitu apabila ada perilaku mengabaikan hal yang lebih penting dalam kehidupan. Kondisi ini mengakibatkan seseorang menjadi tergila-gila dengan obyek tertentu, bisa terhadap aktivitas atau bendanya, saking gilanya sampai2 mengabaikan tugas. Misalnya mengabaikan kebutuhan keluarga, kepentingan prestasi belajarnya. Kecanduan yang berat kemungkinan setan sudah masuk dalam ruang kosong relung jiwanya dan mengikat fragmen jiwanya ke obyek tersebut. Karena itu sangat diperlukan untuk babat dan tanamBagaimana caranya ?
Babatnya adalah dengan memohon kepada Sang Pencipta Setan untuk mengeluarkannya dari relung jiwanya. Kemudian tanam dengan memohon kepada Sang Pencipta agar memutus ikatan fragmen-fragmen jiwa dari obyek tersebut dan
mengirimkan kembali ke dalam posisi semula. Insya Allah kecanduantersebut akan sembuh dengan sempurna.
Kasus 4 : Pemaksaan
Ada beberapa kasus yang perlu dibahas di sini , antara lain :
1. Ditekan : Semua bayi ditekan / disentuh di bagian rusuknya pada saat bayi lahir, dilakukan oleh setan ( jin ) untuk menawan fragmen-fragmen jiwanya dengan tujuan untuk memudahkan mereka melemahkan keadaan fisik dan mentalnya sehingga mudah digiring untuk menuju derita di kehidupan abadi.
Langkah babat tanamnya, adalah cukup dengan tanam , yaitu lakukan Aqiqah sebagai tebusan, menyembelih kambing 1 ekor untuk anak perempuan dan 2 ekor untuk anak laki-laki. Insya Allah anak itu akan tumbuh dan berkembang serta mudah menerima hidayah dari tanda-tanda kebesaran Sang Maha Kuasa
2. Diculik : Kasus sihir mahabbah ( pengasihan ) fragmen jiwa simpati, empati, sayang, cinta dan rindu untuk ditempelkan / diikat ke lawan jenis sehingga seseorang laki-laki bisa tergila-gila dengan seorang wanita di mana fragmen-fragmen jiwanya diikat. Lalu setan mengisi ruang kosong orang laki-laki tersebut dan mendorong dengan dorongan yang kuat untuk mengejar dan bermaksiat dengan si wanita. Hal yang sebaliknya juga bisa terjadi pada seorang wanita terhadap laki-laki. .
Langkah babat tanamnya, adalah lakukan babat dengan memohon kepada Sang Pencipta setan untuk mengeluarkannya. Kemudian tanam dengan memohon kepada Sang pencipta jiwa untuk melepaskan ikatan fragmen-fragmen jiwa itu kemudian dilanjutkan dengan memohon untuk dikirim kembali pada posisi semula.
3. Dibully : Kasus perundungan / penyiksaan di tempat-tempat penyiksaan atau di tempat-tempat lain peristiwa terjadi. Trauma karena kecelakaan termasuk dalam bahasan ini. Bullying bisa menyebabkan fragmen jiwa tercecer di lokasi
peristiwa. Efeknya bisa berupa pingsan, koma, tampak linglung, ketakutan dan lain-lain.Selanjutnya ruang kosong dalam relung jiwa berpeluang untuk diisi jin, dan ini menjadi beban baru bagi pesakitan.
Langkah babat tanamnya, adalah lakukan babat dengan memohon kepada Sang Pencipta setan untuk mengeluarkannya. Kemudian tanam dengan memohon kepada Sang pencipta jiwa untuk mengembalikan fragmen-fragmen jiwa yang
tececer. Disarankan untuk mendekatkan penderita ke lokasi terjadinya peristiwa. Insya Allah mendapatkan kesembuhan yang menggembirakan
4. Diserang bangsa jin : Kasus ini bisa dalam bentuk jin kiriman atau jin santet atau jin teluh yang bertujuan untuk menyakiti atau sebab mereka merasa terganggu atas kehadiran seseorang pada lokasi tinggalnya. Bisa jadi hal ini hanya menyebabkan kerusakan pada fragmen jiwa sehingga orangnya kesakitan , dan atau fragmen jiwa terdesak keluar. Orang tersebut bisa merasakan kesakitan plus terjadi pelemahan.
Langkah babat tanamnya, adalah lakukan babat dengan memohon kepada Sang Pencipta setan untuk mengeluarkannya. Kemudian tanam dengan memohon kepada Sang pencipta jiwa untuk mengembalikan fragmen2 jiwa yang keluar.
Insya Allah terjadi kesembuhan tanpa sisa rasa sakit
5. Diserang oleh fragmen jiwa yang lain. Pikiran buruk dari seseorang, memikirkan keburukan yang diinginkan menimpa orang lain, pikiran buruk yang didasari kedengkian, pikiran ini bisa menjadi sesuatu yang berbahaya. Efeknya menimpa pihak lain lebih cepat dan lebih menyakitkan, baik terhadap fisik maupun jiwanya. Bila kedengkian ini keluarnya melalui pandangan mata, maka efeknya menjadi lebih kuat dan lebih cepat. Dan ini dikenal sebagai Ain lammah, Pandangan mata yang menghancurkan.
Langkah babat tanamnya, adalah sebisa mungkin mendapatkan bekas kebaikannya untuk dijadikan sarana terapi. Contoh yang paling jelas adalah gunakan air bekas wudhu orang pelempmar ain itu untuk dipakai mandi. Bila tidak jelas pelempar ain nya berdoalah dengan membaca ayat-ayat dan doa untuk terapi terahadap Ain Majhul ( Ain yang tidak jelas sumbernya ), Tanamnya adalah dengan cara memohon kepada Sang Pencipta agar memberi kesembuhan.
6. Dijadikan jaminan perjanjian leluhur. Jiwa seseorang bisa dijadikan jaminan oleh leluhur dengan bangsa jin untuk mendapatkan keluar biasaan. Semakin besar klan dari jin nasab yang masuk berarti semakin banyak fragmen jiwa yang
terlepas, makin lemah fungsi-fungsi organ sehingga seseorang bisa mendapatkan penyakit degeratif lebih awal dalam kehidupannya, misalnya baru usia 20 tahun sdh sakit diabetes. Penyakit degeneratif adalah penyakit yang disebabkan oleh berkurangnya fungsi organ, misalnya penyakit diabetes, payah ginjal ( CKD, Chronic Kidney Desease ) , hipertensi, stroke, dan lain-lain. Bila jin nasab ini ketika pindah ke anak keturunannya menempati lokasi yang sama, maka penyakit degeneratif yang ditimbulkan adalah sama dengan penyakit leluhurnya. Dan memberi kesan seakan-akan penyakit menurun secara genetic
Langkah babat tanamnya, adalah dengan memohon kepada Sang Pencipta setan untuk mengeluarkannya. Untuk urusan ini mesti dilakukan permohonan ekstra yaitu dengan memohon agar perjanjian para leluhur itu diputus oleh Sang Pencipta. Kemudian tanam dengan memohon kepada Sang pencipta jiwa, untuk mengembalikan fragmen-fragmen jiwa yang keluar. Dan untuk kesembuhan paripurna harus dilakukan babat tanam untuk fisiknya yaitu 7 langkah babat tanam pertama. Insya Allah harapan kesembuhan bisa didapat..
Bila dalam partisi jiwa pada seseorang terdapat ruang-ruang kosong dan terdapat
fragmen-fragmen jiwa yang kotor / rusak atau tidak orisinal ( dari bangsa jin ), maka
akan kita dapati orang itu :
1. Secara fisik :
- a. Terjadi atau terdapat pelemahan anatomis, fisiologis dan fungsi organ.
- b. Terkadang terjadi ketidak seimbangan , di satu sisi ditemukan bagian tubuhnya sangat kuat melebihi orang normal , di sisi yang lain terdapat bagian tubuhnya yang sangat lemah.
2. Secara mental :
- a. Mudah berpikir negatif dan dorongan kuat untuk melakukan hal-hal yang buruk, yang membawanya kepada penderitaan jangka yang sangat panjang sampai pada fase kehidupan berikutnya.
- b. Terkadang terjadi ketidak seimbangan , di satu sisi ditemukan bagian mental tertentu sangat kuat melebihi orang normal dan sensitivitas yang sangat tinggi, tetapi di sisi yang lain terdapat kelemahan mental tertentu dan sensitivitas yang sangat rendah.
Bila dalam partisi jiwa pada seseorang tidak terdapat kekosongan dan sepenuhnya berisi fragmen miliknya sendiri, maka akan kita dapati orang itu :
- Secara fisik : kuat, tumbuh dan berkembang baik dan performa anatomi, fisiologis dan organ-organ tubuhnya normal dan mampu merespon secara adequate terhadap setiap perubahan.
- Secara mental : Mudah untuk berpikir positip. Mudah merespon terhadap stimulus kebaikan yang akan membawanya kepada keberuntungan jangka yang sangat panjang sampai pada fase kehidupan berikutnya.
Dari sini pembaca paham bahwa konsep sehat dengan sistem babat tanam menuju sehat paripurna dan tanpa batas.
Ad: Bahasan ini dibuat sederhana mendasar agar mudah dipahami
dr. Wachid MGA Marasake
