Apakah dengan tidak berfungsinya saluran pencernaan makanan hanya akan menimbulkan plaque saja ? tentu saja bukan hanya itu. Dengan minimnya protein yang dicerna menjadi asam amino di saluran perncernaan, akan mengakibatkan minimnya produksi enzim Lipoprotein lipase yang selanjutnya akan meningkatkan kadar lemak
darah yang tentu dengan segala resiko nya.
Selain terbentuknya plaque, resiko lemak tinggi di darah adalah:
- Lemak ditimbun di jaringan lemak bawah kulit dan sekitar usus, hal ini menyebabkan obesitas.
- Lemak ditimbun di lever, hal ini menyebabkan terjadinya gangguan yang disebut dengan Fatty lever yang mengakibatkan menurunnya kinerja lever.
- Lemak bertemu dengan gas oksigen terjadi reaksi oksidatif karbon, selanjutnya terbentuk radikal bebas. Radikal bebas menyebabkan banyak kerusakan sel. Apabila kerusakan sel tersebut terletak di bagian DNA, maka terjadi perubahan sifat sel, dan selanjutnya akan bisa menjadipenyakit tumor, kanker, autoimun dan alergi.
Selanjutnya apabila terjadi tumor atau kanker, biasanya pilihan utamanya adalah dilakukan operasi pengangkatan tumor atau kankernya. Semua berharap bahwa dengan tindakan ini saja sudah cukup. Tetapi bila sumber provokasi yang merusak DNA oleh radikal bebas tidak dihentikan maka resiko relaps atau timbulnya tumor atau kanker lagi masih ada.
Apabila timbul penyakit alergi atau autoimun, biasanya pilihan utamanya adalah dengan diberi anti alergi dan anti inflamasi. Tindakan ini bisa menekan reaksi alergi atau autoimunnya. Tetapi apabila konsumsi obat dihentikan maka gangguan akan muncul lagi. Maka harus dilakukan tindakan sebagaimana pada tumor dan kanker yaitu menghentikan proses terbentuknya radikal bebas sehingga tidak terjadi provokasi yang bisa merusak DNA sel
Oleh karena itu harus dipastikan bahwa radikal bebas yang munculnya diakibatkan oleh tingginya kadar lemak tidak terbentuk lagi , atau dengan kata lain tidak ada lagi lemak yang teroksidasi oleh oksigen.
Berikut ini langkah yang sangat membantu menghentikan alergi dan autoimun :
- Memastikan konsumsi lemaknya diminimalisir, yaitu dengan menghindari konsumsi jeroan, udang, kepiting, rajungan, cumi², nus dan bangsa kerang2an.
- Konsumsi protein cukup, pilih dari daging yang lemaknya sedikit, pilih hewan air berbentuk ikan ( golongan pisces ). Bila protein yang dipilih adalah kollagen dengan alasan bahwa protein penyusun tubuh kita sebagian besar adalah
kollagen, maka pilihlah kollagen tipe 3 , yaitu yang rantainya pendek, dari tulang sapi yang sdh diolah oleh industri. - Upayakan saluran pencernaan bekerja baik. Yang baik itu adalah yang lambungnya tidak kehilangan asam lambung.
Dengan menghentikan proses terbentuknya radikal bebas dan konsumsi nutrisi yang bisa menangkap radikal bebas atau yang dikenal sebagai anti oksidan , maka kanker dan tumor bisa menghilang walau tanpa tindakan operasi. Insya Allah
Ad: Bahasan ini dibuat sederhana mendasar agar mudah dipahami
dr. Wachid MGA Marasake
